MITOS MALAM JUM’AT
Berdasarkan
hasil wawancara dengan Ustad Amin
Untuk
memenuhi tugas dari mata kuliah ISBD (Ilmu Sosial Budaya Dasar) mengenai Latent
Sosial Problem yang diampu Dosen Drs. Ana Maulana, M.Pd. Mengenai hal tersebut,
terlintas dalam pikiran saya untuk mengambil tema tentang malam jum’at.
Malam
jum’at diasumsikan sebagai malam yang menakutkan dan dijadikan ritual-ritual
pemujaan. Untuk menjawab rasa penasaran saya mengapa malam jum’at di mitoskan
sebagai malam yang menakutkan oleh segagian masyarakat. Akhirnya saya
menanyakan pada ustad Amin untuk dimintai keterangannya tentang malam jum’at.
Berdasarkan wawancara yang saya lakukan dengan beliau akhirnya saya menemukan
jawaban mengenai malam jum’at.
Menurut
keterangan yang saya dapatkan dari ustad Amin ternyata masyarakat kita salah
kaprah mengartikan malam jum’at. Masyarakat menganggap bahwa malam jum’at
adalah malam yang menakutkan penuh dengan mistis dan dijadikan ritual pemujaan.
Sebagai contoh, anak kecil atau sebagian orang dewasa takut keluar malam
apabila malam jum’at, alas an mereka beragam salah satunya dikaitkan dengan hal
mistis seperti takut bertemu dengan hantu. Kemudian segelintir masyarakat ada
yang memanfaatkan malam jum’at sebagai malam ritual untuk pemujaan. Tentu saja
apabila hal tersebut terus dibiarkan akan terus meresahkan masyarakat yang lain
serta memberikan pengaruh yang buruk.
Padahal
malam jum’at bukan malam yang menakutkan karena justru di malam itu umat
beragama islam justru dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah dan
sesungguhnya jum’at adalah hari yang istimewa dalam agama islam. Malam jum’at
menjadi suatu hal yang menakutkan itu karena malam jum’at merebak di kalangan
masyarakat jawa. Sebab hari pasaran kliwon itu dikenal dalam penanggalan jawa
banyak yang dilakukan pada malam jum’at. Seperti mencuci benda-benda pusaka
seperti keris dan sebagainya. Sehingga masyarakat kita yang lainnya terbawa
arus budaya tersebut.
Sesungguhnya
dalam ajaran islam malam jum’at adalah malam yang dimuliakan. Akan tetapi cara
pemuliaannya sangat berbeda. Malam jum’at adalah malam pemulaan hari jum’at
karena pemulaan hari dalam islam dihitung sejak terbenamnya matahari. Maka hari
jum’at dimulai ketika matahari terbenam di ufuk barat kamis malam atau malam
jum’at. Itulah kemuliaan hari jum’at bukan ditetapkan berdasarkan mitos akan tetapi
selaras dengan yang telah disyari’atkan oleh Allah SWT.
Jadi
malam Jum’at bukanlah hari yang mesti ditakuti akan tetapi malam tersebut harus
dimanfaatkan secara baik untuk meningkatkan ibadah sunnah seperti membaca Alqur’an
surat yasin,melaksanakan shalat sunat seperti tahajjud,berdzikir dan sebagainya.
Berdasarkan hadist Abu Sa’id Al-Khudri RA. Rasullallah saw bersabda “Barang
siapa membaca surat Al-Kahfi pada malam jum’at maka dipancarkan untuknya Allah
SWT akan menyinarinya dengan cahaya antara dia dan baitul Atiq.
Jelaslah
sekarang bahwa malam jum’at adalah malam yang istimewa bukan malam yang
menakutkan. Banyak peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada hari jum’at
seperti kelahiran nabi besar Muhammad saw. Bahkan bila seorang suami istri sedang
melaksanakan kewajiban di malam tersebut seremonial istigosah mereka lebih
semangat dan pahalanya berlipat ganda melebihi pahala bejihad melawan umat
yahudi.
Solusi
yang baik untuk mengurangi kepercayaan terhadap mitos malam jum’at adalah malam
yang menakutkan yaitu dengan cara mengikuti pengajian,Banyak bertanya bila ada
suatu hal yang mengganjal dan tidak masuk dalam logika, dan sebaiknya lebih
mendekatkan diri kita kepada maha kuasa Allah SWT berserah dalam hidup dan mati
hanyalah Allah yang menentukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar